Impressive Santri Sukses Menyelenggarakan Workshop Literasi Kesehatan Digital untuk Santri

  • Home / Pesantren / Impressive Santri Sukses…

Impressive Santri Sukses Menyelenggarakan Workshop Literasi Kesehatan Digital untuk Santri

Santri Masa Kini, Melek Literasi, Sehat itu Investasi, Demi NKRI. Begitulah bunyi jargon yang menjadi penyemangat peserta workshop literasi kesehatan digital untuk santri. Workshop yang diadakan pada Hari Sabtu, 13 Mei 2023 di Hotel Quest Semarang ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang merupakan perwakilan santri dan pengurus dari lebih 20 pondok pesantren, antara lain Pondok Pesantren Mahasiswa Kebangsaan, Kiai Galang Sewu, Anwarul Amin, Nurul Hikmah, Life Skill Darul Najah, Darul Falah Besongo, dan Fadlul Fadlan.

Workshop yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini diadakan oleh LSM Impressive Santri dan didukung oleh Young Experts: Tech for Health dan Transform Health. Tujuan workshop ini adalah untuk mengadvokasi santri dan pengurus di lingkungan pesantren tentang literasi kesehatan digital, menjembatani kebutuhan pondok pesantren dengan pemerintah setempat dan pemerintah pusat, begitu pula sebaliknya, dan guna mengkampanyekan program transformasi kesehatan digital yang dibuat oleh Kementerian Kesehatan Indonesia untuk santri di pesantren. Hal ini sesuai dengan visi Impressive Santri yaitu meningkatkan Kualitas Kesehatan dan Kapasitas Diri Santri di Pondok Pesantren melalui Kegiatan Pemberdayaan.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan sambutan dari koordinator program, Ibu Nailul Husna, SKM, M.Sc, dan pembina Impressive Santri, Dr. Drs. KH Muhammad Adnan, MA. Diakhiri dengan  Keynote Speech dari Bapak Ainun Najib, founder dari Kawalcovid.org. Dalam sambutannya, Nailul Husna selaku koordinator program menyampaikan beberapa hal diantaranya pentingnya memanajemen kesehatan santri di pesantren demi efektivitas proses pendidikan dan pembelajaran di lingkungan pesantren. Impressive Santri berkomitmen untuk kegiatan-kegaiatan edukasi, pelatihan, dan sosialisasi kesehatan, serta riset untuk memudahkan pengambil kebijakan merancang dan menyusun kebijakan terkait kesehatan di pondok pesantren.

Rangkaian kegiatan workshop diawali dengan sesi panel seminar. Pada sesi pertama ini dipandu oleh moderator Aditya Kusumawati, SKM, M.Kes dengan pembicara yaitu Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UDINUS, Ibu Enny Rachmani, SKM, M.Kom, Ph.D yang membahas mengenai literasi kesehatan digital dan Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat UNIMUS, Ibu Dr. Ratih Sari Wardani, S.Si.,M.Kes yang membahas mengenai manfaat digitalisasi kesehatan. Sesi ini dilatarbelakangi karena banyak dari kita yang belum menyadari bahwa kita memiliki hak dalam berinternet. Keamanan data pribadi kita dalam berinternet juga perlu kita waspadai, terlebih di Indonesia penegakan aturan yang mengatur tentang jaminan keamanan data pribadi belum optimal. Sesi pertama kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang diikuti dengan penuh antusias oleh peserta.

Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu pengenalan transformasi digital kesehatan di Indonesia dengan moderator Lia Achmad, S.K.M., MPH. Pada sesi ini disampaikan materi mengenai SatuSehat Kemenkes RI oleh Tim Aplikasi Satu Sehat yaitu Bapak Arief Faqihudin, ST dan dilanjutkan dengan materi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang disampaikan oleh Dr. dr. Moch Abdul Hakam, Sp.PD, FINASIM selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang. Sesi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada santri bagaimana memanfaatkan digitalisasi kesehatan. Pada paparan materi mengenai Aplikasi SATUSEHAT Mobile, disampaikan bahwa aplikasi ini bertujuan untuk mewujudkan data kesehatan personal terintegrasi dan dapat menghubungkan dan memberdayakan seluruh ekosistem sistem kesehatan serta pengguna (masyarakat). Dimana Integrasi data dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan. Selanjutnya ditekankan kembali bahwa kolaborasi sangat penting dalam rangka mempercepat Transformasi Kesehatan di Indonesia. Sesi kedua ini kemudian diakhiri dengan kegiatan tanya jawab.

Sebelum memasuki sesi panel berikutnya, peserta mengikuti sesi diskusi kasus / case study dan focus group discussion (FGD). Sesi diskusi kasus diikuti oleh 8 kelompok dan dipandu oleh Sri Purwanti, S.K.M. dan Azzah L. H., S. Ag. Sesi diskusi kasus ini diawali dengan paparan kasus nyata kepada peserta dan meminta peserta untuk mendiskusikan bagaimana cara menyelesaikan kasus tersebut berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh.

Untuk sesi FGD diikuti oleh dua kelompok dengan fasilitator Nailul Husna, S.K.M, M.Sc. dan Ikhda KM, S.Farm., Apt. FGD ini mengangkat topic “Digitalisasi Kesehatan di Pesantren: Kebutuhan, Tantangan, dan Kesempatan”. Tujuannya adalah mengidentifikasi kebutuhan digitalisasi kesehatan di pesantren, menganalisis tantangan dan hambatan dalam mengimplementasikan digitalisasi kesehatan di pesantren, mengidentifikasi kesempatan dan potensi pengembangan digitalisasi kesehatan di pesantren, dan rekomendasi strategi dan tindakan untuk meningkatkan digitalisasi kesehatan di pesantren. Pada sesi ini juga dikaji bagaimana cara menyelesaikan permasalahan kesehatan di lingkungan santri dengan digital tools.

Kegiatan selanjutnya adalah praktek aplikasi yang akan membantu peserta mempraktikkan penggunaan beberapa aplikasi kesehatan digital nasional seperti YohSehat, JKN Mobile, Peduli Lindungi / SatuSehat. Pada sesi ini dimoderatori oleh Ibu Ismi Elya, SKM, M.Kes dengan pemateri yaitu Ibu Dwy Putri A yang mengupas tentang JKN Mobile BPJS dan Dr. dr. Istiqomah, Sp.FM, SH, MH dan Niela Amalina, S.Kom yang menyampaikan materi terkait Aplikasi OKY Unicef. OKY merupakan Solusi Inovatif Kesehatan & Kebersihan Menstruasi dimana Oky memberikan informasi berbasis data dan bukti terkait menstruasi, masa puber, dan kesehatan reproduksi dalam bahasa yang ramah remaja perempuan. Informasi terkait menstruasi diberikan dalam dua format yaitu Konten fakta (Ensiklopedia) dan Konten gamifikasi (Kuis, Tahukah kamu, pesan avatar). Pemateri juga menyampaikan kelebihan dari OKY diantaranya dapat digunakan secara offline, dapat diakses oleh beberapa pengguna yang berbagi perangkat smartphone, dirancang untuk berbagai jenis smartphone serta sistem, dan perlindungan tinggi terhadap data dan privasi.

Harapannya seteleh mengikuti sesi ini peserta dapat mengakses layanan kesehatan, membantu orang tua atau kerabat yang masih kesulitan dalam menggunakan teknologi, meningkatkan skill penggunaan teknologi kesehatan, dan meningkatkan produktivitas diri para santri dan pengurus pondok pesantren. Manfaat tersebut juga dirasakan oleh Peserta dimana salah satu peserta, Akbar Dwi Gunawan, dari Pesantren Nurul Hikmah, menyampaikan bahwa kegiatan sangat bermanfaat dan menarik, terutama di sesi studi kasus dan FGD, dimana peserta dapat bertukar pikiran dengan santri lainnya dan dapat melakukan simulasi teknologi aplikasi kesehatan secara langsung dengan pakarnya.

Leave a Reply